
Ampelgading – SMK Negeri 1 Ampelgading, Kabupaten Malang terus memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi, dunia usaha, dan pengembangan kompetensi pendidik melalui kegiatan Sosialisasi Program Bantuan Teaching Factory (TEFA) untuk Kompetensi Keahlian Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP). Kegiatan tersebut dirangkai dengan seminar penyusunan perangkat Rencana Pembelajaran Mendalam serta Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Kegiatan yang berlangsung di SMKN 1 Ampelgading tersebut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Ibu Dr. Dwi Anggraeni, S.Pd., M.Pd. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan pendidikan vokasi sekaligus pengembangan Teaching Factory sebagai salah satu upaya mendekatkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan dunia kerja. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Sekolah, Bapak Hery Prasetyo, S.Pt., yang memberikan penguatan implementasi pembelajaran mendalam. Dari BBPPMPV BOE Malang, hadir Bapak Achmad Ainur Rofiq sebagai narasumber penyusunan perangkat Rencana Pembelajaran Mendalam dan Bapak Weldan Kusuf sebagai narasumber Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA).

Dalam sesi penyusunan Rencana Pembelajaran Mendalam, para guru mendapatkan penguatan mengenai bagaimana merancang pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penyampaian materi, tetapi juga mendorong murid untuk memahami konsep secara lebih bermakna, berpikir kritis, mampu mengaplikasikan pengetahuan, serta melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran. Sementara itu, materi Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) memberikan wawasan kepada para guru mengenai perkembangan teknologi dan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam dunia pendidikan. Penguatan tersebut diharapkan dapat membantu guru mempersiapkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan kompetensi abad ke-21.
Turut hadir mitra usaha dalam kegiatan tersebut antara lain Kopi Cangkir Dampit serta Dealqe Bakery and Catering. Kolaborasi dengan pelaku usaha diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai kebutuhan industri, standar produk, proses produksi, pengelolaan usaha, hingga kompetensi yang perlu dimiliki murid ketika memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri. Kegiatan sosialisasi dan seminar tersebut diikuti oleh seluruh bapak dan ibu guru SMKN 1 Ampelgading. Keikutsertaan seluruh guru menunjukkan bahwa penguatan pembelajaran dan transformasi pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab satu kompetensi keahlian, tetapi merupakan bagian dari upaya bersama seluruh warga sekolah.
Dengan dukungan Cabang Dinas Pendidikan, pengawas sekolah, BBPPMPV BOE Malang, serta mitra dunia usaha, SMKN 1 Ampelgading terus berkomitmen menghadirkan pendidikan vokasi yang relevan, adaptif, kolaboratif, dan selaras dengan kebutuhan dunia kerja.